Pendahuluan
Tuhan Tidak
Menciptakan Sampah
Anak-anak tumbuh
setiap hari, bukan dalam sehari.
Dewasa ini
pemahaman tentang pentingnya pendidikan anak tak bisa diragukan lagi, artinya
kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak pada masa-masa awal diyakini
akan sangat menentukan keberhasilan anak di masa depan. Namun demikian, tak
jarang pemahaman yang setengah-setengah justru menimbulkan distorsi dalam
praktik pendidikan. Anak-anak diperlakukan sebagai wadah kosong yang harus
dituangi berbagai “ilmu” yang menurut orang dewasa akan bermanfaat bagi masa
depannya. Karena ada wadah yang bisa menampung banyak, sedikit, bahkan bocor,
demikian juga anak pun diklasifikasikan dengan label-label tertentu: unggul, cerdas,
rata-rata, bodoh, normal, di bawah normal, dan seterusnya. Anak-anak yang atas
namanya sendiri tidak pernah minta dilahirkan ini harus menanggung stigma yang
bukan karena perbuatannya. Tuntutan dan pengharapan orang tua terhadap anak
seringkali melampaui batas kemampuan dan kebebasan anak sebagai pribadi yang
unik. Akibatnya, anak-anak justru menjadi korban praktik pendidikan entah di
keluarga atau pun di sekolah. Oleh sebab itu, tidak cukup bagi kita hanya
bermodalkan niat luhur untuk memberikan yang terbaik bagi masa depan anak tanpa
dilandasi pemahaman tentang hakikat anak dan pendidikan itu sendiri. Buku ini
mencoba memberi wawasan secara positif perihal pendidikan anak serta kiat-kiat
yang dibutuhkannya agar anak bisa tumbuh menjadi dirinya sendiri, yang pada
akhirnya akan mampu memberi makna terhadap panggilan hidup yang dipilihnya
secara bebas. Itulah inti kebahagiaan dan kesuksesan sejati. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar